Tips dan Cara Mengatasi WC Yang Tersumbat di Rumah

Musim penghujan mulai tiba, cek kondisi kloset dirumah. WC (Water Closet) alias toilet yang di inggris sana lebih terkenang dengan istilah “lavatory” atau “loo” dam di Amerika “restroom” dan “bilik air” atau “tandas” di Malaysia alias “kamar kecil” atau “kakus” di Indonesia, merupakan bagian penting yang harus ada saat membangun Rumah. Namun keberadaannya seringkali terabaikan disaat rrumah tersebut sudah dihuni dan digunakan. Perlakuan semena-mena terhadap WC dan komponennya seperti lubang WC, pipa pembuangan dan septik tank, akan membuat umur WC dan komponennya pendek. Hal ini biasanya diawali dengan seringnya WC mampet dimana kotoran yang sudah disiram, beberapa saat kemudian balik lagi. Belum lagi bau kamar mandi dan ruang WC yang akhir-akhir ini kurang sedap. Padahal sudah diberi pengharum ruangan, tapi kalah harum sama bau yang lain
kamar mandi
Cari Sumber Permasalahannya
Banyak faktor yang sering menjadi penyebab WC mampet, Ada faktor teknis dan faktor non teknis. Biasanya penyebab awal WC mampet adalah faktor non teknis alias faktor salah penggunaan atau pemakaian.
Parah tidaknya faktur non teknis ini akan menentukan kondisi faktor teknis dan cara penanggulangannya kemudian. Faktor teknis itu sendiri biasanya bersumber pada dua hal yakni pipa saluran pembuangan dan septik tank. Untuk itu, langkah pertama yang harus anda lakukan adalah mencari sumber permasalahannya pada kedua komponen ini.

Periksa Kondisi Septik Tank
Bila WC anda mempet, cobalah periksa kondisi septik tank. Biasanya septik tank ditempatkan dibelakang rumah atau disamping depan rumah. Siapkan senter dan bukalan pintu spetik tank yang ada dibagian atasnya. Septik tank yang sudah lama tidak dikontrol biasanya pintunya susah dibuka. Anda bisa mengetoknya pelan-pelan dengan palu atau menggoyang-goyangnya agar sedikit demi sedikit bisa bergerak. Bila ada rumput atau tanaman liar yang tumbuh di sela pinggir pintu septic tank, coba cabut. Akar rumput yang menempel akan membuat pintu septic tank rapat dan susah dibuka. Kerok juga sela pinggirnya dengan pisau untuk mengeluarkan tanah yang tersisa agar pintu septik tank semakin mudah dibuka.

Bila pintu sudah terbuka, lihatlah kondisi dalam septik tank dengan senter. Bila isi septik tank penuh melebihi level lubang pembuangan, mungkin itu penyebabnya. Anda bisa memanggil mobil tinja untuk menyedotnya.
Ingin Praktis ? dapat menggunakan produk DEGRA SIMBA karena degrasimba didalamnya ada milyaran mikroba pengurai sehingga volume septik tank dapat berkurang hingga 80% hanya dengan menuangkan pada lubang septik tank.
Atau bila anda ingin berkeringan sedikit untuk memanfaatkan lumpur dalam septik tank sebagai pupuk, Anda tinggal mengeroknya. Gunakanlah ember atau tiba kecil yang muat bila dimasukan melalui septik tank. Ikatkan ember kecil tadi dengan tali. Lumpur septik tank pun bisa anda pindahkan seember demi seember kesetiap tanaman bunga yang ada dihalaman rumah anda. Badan berkeringan, bunga dihalaman subur dan septi tank pun terkuras.

Bersihkan Saluran Pipa Pembuangan
Namun bila anda melihat kondisi septik tank tidak penuh dan level air lumpur dalam septik tank jauh berada di bawah mulut pipa pembuangan, itu artinya tidak ada masalah pada septik tank anda. Dugaan terbesar masalahnya ada pada saluran pipa pembungan. Pipa pembuangan WC yang “bermuara” kelubang septik tank bisa jadi tersumbat. Yang jelas penyebabnya adalah faktor non teknis alias salah penggunaan sebagaimana yang telah disinggung diatas tadi. Ini bisa berupa kelalaian penghuni rumah yang sering membuang sampah kedalam lubang WC. Sampah yang tidak bisa terdaur ulang seperti pembalut wanita,tissue, bungkus sabun, kantong plastik kresek dan semisal dengannya sangat mudah tersangkut dalam pipa pembuangan. Apalagi bila jarak pipa pembuangan menuju septik tank itu sangat jauh dan berkelok-kelok. Kemungkinan sempat jadi tersangkut makin besar.

Untuk mengatasi hal ini, ada tips sederhana yang bisa anda lakukan, khususnya bila pintu septik tank anda cukup besar dan jarak antara saluran pipa septik tank ke WC tidak terlalu jauh serta lurus. Siapkan kawat jemuran atau kawat aluminium yang bisa dibeli di toko bangunan.

Perkirakan panjang kawat tersebut minimal sama degan panjang saluran pipa pembuangan. Ikat ujung kawat dengan segumpal kain bekas yang sudah terlilir sebesar kepalan tinju atau lebih kecil dari diameter pipa. Perlahan masukan ujung kawat tadi melalui lubang pipa yang ada di dalam septik tank. Masukan kawat tadi maju mudnur sampai jauh ke dalam. Cara ini efektif membuat sampah yang tersangkut terlepas, sekaligus membersihkan permukaan pipa dari lemak dan kotoran yang menempel.

Bila telah selesai, langkah terakhir adalah mengguyur pipa pembuangan tersebut dengan air panas. Rebuslah air panas lebih kurang satu ember atau kira-kira secukupnya. Sumbat ujung lubang pipa pembuangan yang ada diseptik tank terlebih dahulu dengan kain. Lalu masukkan air panas mendidih tadi semuanya melalui lubang toilet. Biarkan beberapa lama. Air panas yang memenuhi saluran dalam pipa pembuangan akan menggelontorkan berbagai kotoran dan lemak yang menempel.

Membongkar dan Mengganti Pipa Pembuangan
Namun bagaimana bila saluran pipa pembuangan WC septik tank jauh dan berbelok-belok? Selama ini belum ada tips yang penulis temukan selain membongkar lantai dan membersihkan sampah yang meyumbat secara langsung. Ini memang pekerjaan berat dan butuh biaya lumayan. Oleh sebab itu anda harus mempersiapkan pendanaannya jauh-jauh hari dan mencari tukang bangunan untuk melakukannya.

Permasalahkannya yang rumit adalah menentukan posisi mana sumbatan pada pipa terjadi. Berdasarkan pengalaman, biasanya sumbatan terjadi pada belokan pipa atau pada sambungan antar pipa. Oleh sebab itu yang pertama kali dibongkar adalah perkiraan posisi tempat dimana pipa berbelok. Namun bila semua perkiraan sudah dicek dan tidak ada sumbatan, langkah terakhir adalah membongkar seluruh pipa yang lama dan mengantikannya dengan yang baru. Hal ini lebih meyelesaikan masalah dan hemat waktu.

Perawatan
Setelah semua tips di atas dikerjakan dan permasalahan pun selesai, langkah selanjutnya yang sangat penting adalah perawatan. Makna perawatan disini adalah menghindari hal-hal yang bisa memicu terjadinya mampet dan tersumbat terulang kembali. Utnuk itu, anda perlu tahu apa-apa yang “haram” dilakukan agar semua kemungkinan diatas tidak terjadi.

Pertama, dalam membilas sehabis buang air besar atau “istinjak” alias cebok,gunakan air seperlunya. Volume air yang masuk ke dalam septik tank harus seimbang, tidak kelebihan dan tidak pula kurang. Bila berlebihan, maka septik tank akan over quota alias cepat penuh. Sebaliknya bila volumen air dalam septik tank kurang, maka akan memperlambat proses pengurai. Bila proses penguraian lambat apalagi terganggu, maka zat metana (CH4) yang ada pada kotoran akan berproses menjadi karbondioksida (CO2), gas hidrogen sulfida (H2S) dan amoniak (NH3), sehingga mengeluarkan bau tidak sedap yang berlebihan. Inilah salah satu penyebab timbulnya bau yang berlebihan pada septik tank. Biasanya ini terkadi dimusim kemarau dimana volume air dalam septik tank kurang atau malah kering sama sekali.

Kedua, jangan membuang benda-benda padat yang tidak bisa diurai kedalam lubang WC seperti bekas pembalut, plastik kresek, bungkus shampo atau sabun, dan lain sebagaina. Selalu sediakan tempat sampah khusus didalam kamar mandi untuk temat membuang sampah semacam itu. Sampah plastik kresek yang tidak sampai mengalir ke septik tan karena tersangkut di sambungan pipa pembuangan akan menghalangi mengalirnya kotoran tinja ke septik tank. Akibatnya, kotoran dan sampah lain yang dibuang ke dalam lubang WC akan tertumpuk disana. WC pun jadi mampet dan kotoran dilubang WC tidak bisa disiram.

Semoga dengan tips-tips diatas dan mengetahui cara merawat WC berikut komponennya, tidak ada lagi istilah “WC mampet” dirumah anda.

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*